5 Macam Khiyar Yang Perlu Diperhatikan Dalam Transaksi Jual Beli

Edulobo – Terdapat sebuah aturan dalam hukum perniagaan Islam untuk melindungi penjual maupun pembeli yang disebut dengan khiyar. Meski sejatinya tujuan berdagang adalah untuk mendapat keuntungan, namun khiyar harus tetap dilakukan agar dikemudian hari tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Khiyar berasal dari kata al-ikhyar yang memiliki arti pilihan. Mengutip dari buku berjudul ‘Fiqih Ringkas Jual Beli’ karya Nurwan Darmawan, pengertian khiyar adalah hak yang dimiliki penjual dan pembeli untuk melanjutkan atau membatalkan akad jual beli.

Tujuan khiyar adalah agar kedua pihak baik penjual maupun pembeli bisa memikirkan terlebih dahulu sejauh mungkin kebaikan – kebaikan saat melangsungkan transaksi jual beli, atau malah memilih membatalkannya jika memang akan mendatangkan kebaikan bagi keduanya. Agar dikemudian hari tidak ada pihak yang merasa menyesal atas apa yang sudah dijual atau dibelinya.

Hukum melakukan khiyar diperbolehkan karena suatu keperluan yang mendesak dalam mempertimbangkan kemaslahatan pihak penjual maupun pembeli yang melakukan transaksi jual beli. Lantas, apa saja macam macam khiyar dalam Islam?

Seperti dihimpun dari buku berjudul ‘Modul Fikih Muamalah’ karya Rosidin, terdapat 5 macam khiyar yang perlu diperhatikan dalam transaksi jual beli, yaitu :

macam macam khiyar

1. Khiyar Majlis

Khiyar majlis adalah hak pilih yang dimiliki oleh penjual dan pembeli yang bertransaksi untuk membatalkannya, selama kedua pihak sama – sama masih di tempat (majelis) dan belum berpisah. Batas akhir melakukan khiyar majlis adalah selama penjual dan pembeli masih bertatap muka.

Jika mereka sudah berpisah atau meninggalkan majelis, maka tidak bisa melakukan transaksi jual beli lagi. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Penjual dan pembeli boleh melakukan khiyar selama keduanya belum berpisah.” (HR. Bukhari Muslim).

2. Khiyar Ta’yin

Khiyar ta’yin merupakan hak pilih yang dimiliki pembeli untuk menentukan salah satu barang yang berbeda dalam segi harga atau kualitas yang sudah disebutkan dalam transaksi jual beli.

Contohnya, seorang penjual berkata ‘Saya jual kepada kamu salah satu dari dua tas ini yang akan kamu beli dalam waktu tiga hari.” Kemudian, calon pembeli menjawab ‘Saya menerima’.

Berdasarkan khiyar ta’yin, maka calon pembeli berhak memilih salah satu dari dua tas yang ditawarkan penjual sesuai dengan akad yang sudah disepakati.

3. Khiyar ‘Aib

Khiyar ‘aib merupakan hak bagi penjual dan pembeli untuk meneruskan atau membatalkan akad jual beli karena ditemukan adanya cacat pada barang yang diperjualbelikan. Dalam khiyar ‘aib, penjual tidak mengetahui adanya cacat pada barang saat akad berlangsung.

4. Khiyar Ru’yah

Khiyar ru’yah merupakan hak yang dimiliki oleh salah satu pihak yang terlibat dalam transaksi, apakah akan melanjutkan atau membatalkan transaksi pada suatu barang yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Contohnya, calon pembeli ingin membeli komputer namun tidak pernah melihat barangnya sebelumnya, maka orang tersebut memiliki khiyar ru’yah saat  melihat langsung barangnya. Sah jika pembeli ingin meneruskan atau membatalkan transaksi jual beli tersebut.

5. Khiyar Syarat

Khiyar syarat merupakan hak pilih yang dijadikan syarat oleh calon pembeli dan penjual atau salah satu pihak dari keduanya sewaktu terjadi transaksi untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi jual beli.

Contohnya, seorang penjual berkata ‘Saya jual rumah ini dan harus Anda bayar dalam jangka waktu tiga hari’. Dengan demikian, khiyar syarat dalam transaksi jual beli tersebut adalah tiga hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.