Fomo Itu Apa Sih?

Edulobo – Salah satu gejala yang merasa takut akan ketertinggalan terhadap sesuatu, baik itu kabar dari teman-teman maupun keadaan tertentu seperti tidak bisa pergi berlibur ke luar kota seperti orang lain bisa disebuat mengalami perasaan FOMO.

fomo adalah

Mengenal FOMO

FOMO adalah merupakan suatu kondisi dimana seseorang sering kali merasa khawatir akan ketinggalan trend atau kabar yang sedang berlangsung di sekitar lingkungan pergaulan.

Orang-orang yang mengalami suatu kondisi seperti ini biasanya merasa takut ketinggal zaman atau kudet. Bahkan mereka juga beranggapan bahwa orang lain selalu bersenang-senang dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari mereka.

Biasanya kondisi seperti ini kerap dirasakan oleh kaum remaja, terutama bagi yang aktif di media sosial. Seperti yang kita ketahui, bahwa media sosial dapat bermanfaat untuk menjalin komunikasi namun dapat juga berdampak buruk bagi kondisi mental dan kesehatan.

Di era yang modern ini banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi paling Update Informasi terkini atau menunjukan kesenangan di media sosial.

Sehingga tidak jarang berbagao unggahan video dan foto dapat menimbulkan rasa iri dan membuat seseorang merasa bahwa dirinya tidak lagi menyenangkan.

Dampak FOMO Terhadap Kondisi Finansial

Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa fenomena FOMO merupakan salah satu masalah yang dapat memicu perilaku konsumtif terhadap generasi millenial menjadi semakin besar.

Alhasil, kondisi tersebut membuat banyak orang terkena FOMO yang menimbulkan masalah finansial karena sering membeli barang serta kebutuhan yang tidak terlalu penting. Lebih parahnya lagi, hal tersebut kerap dilakukan hanya demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitarnya lho!

Sebagai contoh, misalkan saja teman-temanmu sedang ramai membeli sepatu merk A, maka seseorang yang terkena sindrom FOMO ini juga akan membeli sepatu baru. Hal ini dilakukan karena dirinya merasa takut ketinggalan tren yang sedang terjadi. Padahal, ia memiliki koleksi sepatu yang cukup banyak dirumahya.

Disisi lain, membeli sebuah sepatu bermerk tentunya memerlukan uang yang cukup banyak. Sedangkan kondisi finansial pada setiap orang itu berbeda-beda. Terutama di masa pandemi seperti sekarang ini, sehingga penggunaan uang harus diprioritaskan untuk kebutuhan dan bukan atas keinginan semata.

Cara menghindari FOMO

Jika terlalu berlarut-larut dalam ekspetasi kehidupan dan kesenangan di media sosial dapat berakibat buruk bagi kesehatan mental kita. Maka dari itu, sesantiasi agar kita menghindari hal-hal yang tidak terlalu penting untuk dilakukan.

Berikut berbagai tips yang dapat memebantu dalam mengurangi kecenderungan FOMO ini, diantaranya yaitu :

1. Selalu bersyukur

Merasa cukup dalam menjalankan suatu kehidupan sehari-hari dan tidak terkesan berlebihan dalam berbagai hal mampu meningkatkan kepuasan pada diri sendiri.

Setiap kita merasa iri terhadap kehidupan orang lain, diusahakan alihkan fokus terhadap aspek-aspek positif dari kehidupan kita.

2. Kurangi main media sosial

Menetapkan batas penggunaan media sosial dalam kehidupan dapat mengurangi perasaan FOMO. Jika dalam satu hari kalian main media sosial bisa 4 jam, maka bisa kalian kurangi menjadi 2-3 jam per hari. Agar lebih meyakinkan, kalian juga bisa mematikan notifikasi agar tidak mucul pada ponsel setiap saat.

3. Jangan Selalu Melihat Keatas

Apabila selalu melihat keatas, justru hal tersebut akan membuat kehidupan kita menjadi tidak tenang. Pasalnya, di atas orang kaya itu masih ada lagi orang yang lebih kaya darinya. Oleh karenanya, sesekali kita harus melihat ke bawah karena diluaran sana masih banyak orang yang tidak seberuntung kamu lho.

Leave a Reply

Your email address will not be published.