Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Terus Naik, Proyeksinya Bisa Tembus Double Digit!

Edulobo – Risiko kesehatan dan kondisi jiwa yang semakin riskan terganggu di masa pandemi mendorong masyarakat membeli asuransi jiwa di Indonesia sebagai proteksi. Munculnya jaminan proteksi terhadap Covid-19 yang disediakan sejumlah perusahaan asuransi pun membuat produk tersebut kian laris. Bahkan, data terbaru yang dihimpun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan industri asuransi mengalami pertumbuhan aset yang siginifikan sejak 2020. Apa penyebabnya?

asuransi jiwa di indonesia

Kenaikan aset asuransi di masa pandemi

Kinerja industri asuransi di tengah wabah Covid-19 terbilang cukup menggembirakan. Berdasarkan data yang dihimpun dari OJK, aset industri jiwa menunjukkan pertumbuhan pesat, yakni sampai Rp554,38 triliun per Februari 2021.

Tak hanya aset, pendapatan premi asuransi di Tanah Air pun ikut mengalami kenaikan. Masih dari laporan OJK, pendapatan yang diperoleh telah mencapai Rp77,39 triliun, dengan dominasi asuransi jiwa yang mampu membukukan hingga Rp34,61 triliun.

Ahmad Nasrullah, Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2A OJK, melalui Media Briefing virtual mengungkapkan sektor asuransi sebenarnya masih mengalami dampak walau sedang berupaya bangkit dari pandemi. Akan tetapi, aset asuransi memperlihatkan kenaikan yang melegakan berbagai pihak walau nilainya tak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

 Proyeksi pendapatan industri sampai double digit

Optimisme yang muncul dari pertumbuhan aset industri asuransi pun berdampak pada proyeksi pendapatan yang diperoleh pada 2021. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yakin pendapatan dari sektor asuransi jiwa dapat tumbuh ke arah positif tahun ini. Prediksi tersebut berkaitan dengan perbaikan yang terjadi pada industri asuransi pada kuartal IV 2020.

Ketua Bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko AAJI Fauzi Arfan mengatakan pihak mereka memasang ekspektasi pertumbuhan pendapatan double digit pada 2021. Jika memungkinkan, bisa melebihi dari 2019. Fauzi lantas menambahkan momentum tren kenaikan secara kuartal diperkirakan akan tetap terjaga sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data AAJI, pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang 2020 mencetak angka hingga Rp215,42 triliun atau melambat 8,6% yoy. Namun, pada kuartal IV 2020, nilainya tumbuh 81,7% dari kuartal sebelumnya, yakni sebesar Rp91,86 triliun dari Rp50,56 triliun. Kendati mengalami penurunan sebesar 6,1% pada 2020, pendapatan premi (baru maupun lanjutan) masing-masing berkontribusi sebesar Rp114,75 triliun dan Rp72,84 triliun.

Fauzi mengungkapkan ada sejumlah faktor yang menunjang kebangkitan industri asuransi. Antara lain penggunaan asuransi tradisional dan unit link, program pemulihan ekonomi nasional (PEN), serta orientasi industri asuransi yang berpusat pada konsumen dan vaksinasi Covid-19.

Percepatan asuransi yang berlangsung selama 2020 pun telah membantu perusahaan untuk mengelola bisnis dan menerapkan strategi pemasaran yang dapat menyesuaikan masa krisis. Selain itu, kolaborasi ekosistem juga menguatkan kanal industri asuransi jiwa. Namun, semuanya tak akan terjadi tanpa naiknya kesadaran masyarakat terhadap manfaat penggunaan asuransi jiwa.

Ternyata, pandemi bisa membawa angin segar juga, ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *